Labels

Absurd (5) Anything (3) Interest (4) Just saying (11) My Peak (13) Puisi (2) Travelling (17)

Monday, April 8, 2013

Boneka Couple dihari Spesial

Tanggal 12 Maret 2013 kemarin hari spesial buat si Onyon. Si Onyon ini adalah yang lain dan tak bukan Haqi, seseoang yang sangat aku sayang dan terkasih :)

Sebelum hari H, aku udah nyusun rencana untuk buat kejutan bareng temen - temennya biar kejutannya lebih seru, diramaikan oleh orang - orang terdekat yang dia sayang.

ini ultah onyon yang ketiga kalinya kami rayain bareng,
diUltah onyon yang ke 23 aku ngasi kejutan bawa kue tart kerumahnya, waktu itu dia masuk kerja shift 3 (malem) dan pulang nyampe rumah jam setengah 8. Aku datang lebih awal, biar dapet kejutannya. eh ternyata dia udah dirumah, kebetulan dia tinggal di rumah yang berbeda dan untungnya babah ( bapaknya Haqi) mau diajak kerja sama. Akhirnya aku disuruh masuk rumahnya dan saat dia dateng.... Suprise... :)) *sambil bawa kue tart belilinkan angka 23* waktu itu aku ngasi dia jam tangan, karena sebelumnya dia pernah bilang lagi butuh jam tangan. Eh ternyata kadonya sama ama yg laen, jd ngerasa ga spesial.

ultah yang ke 24 ga ada kejutan, aku cuma ngasi dia Dompet. ngenes juga liat dompet eigernya dia udah kucel,robek dan buluk. Ya akhirnya gue nyari dompet yang pas buat dia + kotak sejuta mimpi. Dikotak sejuta mimpi itu aku menuliskan doa - doa aku buat dia. Tapi lagi - lagi kadonya sama *tepok jidat*... yaah ga spesial deh.

nah diUltah yang ke 25 ini aku mikir mau ngasi apa selain kue tart, mikir keras.. yang ga sama. akhirnya setelah browsing aku milih buat ngasi kado hasil karya aku sendiri, bikin boneka dari kain Flanel.
ide ini muncul karena kami udah jauhan, ga bisa sering ketemu, akhirnya aku berniat buat bikin sesuatu yang bisa ngingetin dia, yang ceritanya aku ada meskipun ternyata ga ada :')
Boneka ini aku bikin sebisa mungkin mirip dia dan aku, buat bikinnya butuh waktu 3 hari, siang ampe malem dengan berbahankan benang-benang Cinta #eaaa.

Rencana suprise ceritanya aku pulang ke Bogor pagi - pagi waktu tanggal 12, dan kebetulan dia masuk pagi jadi ngga bisa nganterin aku nyampe naik bis. Biar tambah kaya beneran aku bilang ke dia  lewat bbm klo aku udah dibis mau pulang dan minta maaf ga bisa ngasi apa-apa, si onyon bales pake emote sedih. Hihi maaf ya onyon :D
padahal aslinya aku pergi bareng teh utri ama teh silvi, nyari kue tart.
biar acaranya rame, aku ngajak orang - orang terdekat si onyon, Ngajak desiana, a adit, teh indah, teh chiqi, ka adi dan ka bali, tapi yang fix akhirnya cuma desiana, teh chiqi ama ka bali. Aku juga ngehubungin ka Iqbal bikin rencana, ka iqbal setuju dan nyari alesan. Alesannya adalah ka Iqbal nyuruh Haqi kerumahnya buat ngambil baju yang pernah ketinggalan di Ka Iqbal dan akupun mengiyakan. Nyari kue ternyata ga Gampang setelah tiba disatu toko dan ternyata tutup akhirnya aku bareng teh utri dan teh silvi jalan nyari toko kue yang lain. Lumayan juga jalan ditengah teriknya kota Cilegon. Setelah memebeli kue ada bbm dari ka Iqbal bilang kalau Haqi ga jadi kerumahnya dan terpaksa Nerus dan pulangnya baru jam 11 malem, kyaaaaa~ akhirnya rubah rencana. 
Option pertama ngasi suprisenya malem - malem pas si onyon pulang kerja, dan itu jam 11an pasti cuma dikit yang ikut akhirnya ga dipilih
Option kedua ngasi suprise ke kantornya, langsung ngomong ke teh chiqi (temen kantor onyon) dan kata dia bisa aja, dan kamipun meluncur kekantornya. Kami ngumpet di ruang rapat, dan pas onyon buka pintu, Supriseeeeeeeeeeeeeee :)))
Happy b'day onyon.. :*

Boneka Couple Onyon

Friday, April 5, 2013

Bermalam dimasa lampau, Situs Megalitikum (Trip to Gunung Padang)

Trip kali ini beranggotanakan Saya sendiri (nunu), Haqi, Cipluks, Adhit, kaka Beni dan om Tri, ya lagi - lagi saya jadi yang paling cantik (haha, narsis). Kami berangkat jam 19.00 dari cilegon dengan menggunakan kendaraan pribadi avanza milik Om Tri. Om tri ini umurnya 40an lebih tapi semangatnya masi membara dalam dunia traveling, dan kami diajak untuk mengantarnya menikmati sunrise di gunung gede pangrango. Ya Gede - pangrango adalah tujuan utama kami. sebelumnya kami janjian dengan kaka beni seorang teman ngtrip dan mendaki yang pernah trip bareng sebelumnya ke gunung Ceremai di Kuningan - Cirebon, kami janjian menjeput ka beni di Cengkareng. Karena perut kami sudah nagih untuk makan akhirnya kami istirahat dan makan sebelum melanjutkan perjalan ke Cianjur. Jam 10an kami baru melanjutkan perjalanan dan masuk jalan tol jagorawi, perjalan memakan waktu 3jam dan lalu lintas padat merayap, maklum jum'at malam dan weekend. Pukul 01 pagi dihari sabtu kami sampai di basecamp (Taman Nasional Gede Pangrango) TNGP Cibodas, Hujan dan angin kencang menyambut kami ber6. TNGP sendiri sedang tutup untuk semua jalur pendakian (jalur Cibodas, Gunung Putri dan selabintana) sampai akhir maret karena cuaca buruk, tapi karena kami sangat sangat ingin naik dan membawa teman yang ranger TNGP yang kami pikir bakal diizinkan dan aman-aman ajah (bandel, jangan ditiru). Melihat cuaca yang ga bersahabat bahkan seng-seng dibasecamp sampai pada terbang, akhirnya kami mengurungkan niat nanjak TNGP dan merubah destinasi. banyak referensi yang ada diotak kami ber6, gunung papandayan, cikuray dan salak atau ngecamp dipondok halimun. dengan mempertimbangkan jarak dan logistik yang kami bawa, kamipun memilih gunung padang yang lokasinya cukup dekat dengan base camp cibodas, masi di Cinajur. Kamipun merencanakan untuk berangkat besok paginya,dan bermalam dibase camp Cibodas, tepatnya dirumah Alfin si pria gimbal yang katanya jarang mandi, tapi jangan salah meskipun penampilannya sedikit kucel tapi pacarnya cewe bule. Alfin ini orangnya supel jadi ga heran pas ketemu kami udah cerita ngalor ngidul sampai berjam-jam, dan dia senang memelihara reptil. Kantukpun sudah mulai menyerang kami, dan akhirnya kami pun beranjak untuk tidur, tidue dengan beralaskan sleeping bag... time to take a rest.


Pukul 05 pagi aku sudah bangun, gerimis pagi ini seakan menjadi alunan musik yang syahdu berkolaborasi dengan suara angin yang menemani tidur kami dari semalam. Dingin yang menusuk sampai ke tulang membangunkanku, sambil mencoba untuk duduk, aku melihat kesekeliling, sleeping bag lengkap dengan penghuni didalamnya bagaikan lontong - lontong yang tertata rapi dietalasi warung makan (kyaaaaa~ efek lapar). Akhirnya yang lain pun terbangun. Terangnya pagi sudah mulai menyusup kedalam rumah, dan kamipun bergegas keluar untuk menikmati udara dingin Cibodas, Aroma pegunungan... ah Rindu (gumamku).

Sebelum berangkat kami mampir ke base camp TNGP, disana sudah ada ranger - ramger yang sedang berFB ria, dan kamipun bertemu dengan Bang Idhat Lubis Pendiri Indonesian Green Ranger yang merupakan kakak dari Idhan Lubis. Bang Idhat ini sungguh hebat, perawakan yang tinggi dan bertubuh gemuk, meskipun kerutan - kerutan diwajahnya sangat terlihat tetapi beliau tetap dipanggil Bang.

Adhit, mamih (istri bang idhat), Haqi, Nunu, kaka Beni, Cipluks, Bang idhat

aku memperhatikan sekeliling base camp, piala - piala, puisi - pusi soe hok gie yang dibingkai, alat - alat naik gunung menghiasi rungan itu dan yang paling menarik ada plakat 'in memoriam Soe hok gie dan Idhan lubis' disana, yang sebelumnya ada di Mahameru,Puncak Semeru.  Plakat in memoriam Soe hok gie dan Idhan lubis ini diturunkan dari Semeru pada tanggal 17 Desember 2012.

Foto bareng plakatnya dulu sebelum ke Semeru :p (photo by : Adhitya Fajar)

 Nice :) (photo by : Adhitya Fajar)

kata bang idhat Lubis soal penurunan plakat ini "Kita telah banyak berdosa terhadap alam Semeru, dengan plakat ini dilepas semoga alam Semeru bisa bersih dan menyadarkan pendaki Semeru untuk tidak meninggalkan sesuatu selain jejak dan tidak mengambil sesuatu selain foto"

Ya yang perlu diingat saat mendaki gunung :
1. Jangan meninggalkan apapun selain jejak kaki
2. jangan mengambil apapun selain foto
3. dan jangan membunuh apapun selain waktu
*salam lestari*

lanjut cerita, sebelum berangkat ga lupa kami mengisi perut kami dengan makanan khas sunda yang terletak didekat base camp. Setelah kenyang kamipun packing dan berangkat menuju Gunung Padang, Cianjur. karena tidak ada yang tahu rute kesana akhirnya kami menggunakan GPS, Haha. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 2 jam dari Cibodas, untuk bisa ke gunung padang bisa menggunakan angkot, tapi angkot beroperasi tidak sampai pos gunung padang, untuk sampai kesana bisa menyambung dengan menggunakan ojek. Jalan menuju Gunung Padang lumayan bagus dan bisa dilalui mobil untuk sampai ke gerbang pos gunung padang. Pertama kami melewati perkampungan penduduk yang hampir disetiap rumah mempunyai pohon rambutan, dan membuat kami jadi merasa 'kabita' pengen makan rambutan. Setelah itu kami melewati kebun teh yang pemandangannya membuat kami berdecak kagum, sejuk.. asri... Subhanallah indah.

kamipun sampai dipos penjaga Gunung padang, dengan biaya administrasi Rp3000 per orang kami sudah bisa menikmati wisata masa lalu, ya berada disini membuat aku serasa ada dizaman megalitikum :) . Sebelumnya kami meminta izin kepada penjaga pos untuk diizinkan meninap, biasanya bagi yang berkunjung tidak diperkenankan untuk menginap,kecuali untuk keperluan pendidikan. Setelah lama berbincang dan membujuk - bujuk akhirnya kami diizinkan. Untuk bisa naik ke atas Gunung Padang sudah terdapat jalur pendakian yang berupa tangga, terdiri dari 2 jalur kiri dan kanan. jalur kiri medan tangganya curam dan dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di situs megalitikum sedangkan jalur kanan tangganya cukup landai tapi jaraknya lebih jauh sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.
dan kami pun sampai dengan meliwati jalur kiri, jalur ini cukup susah untuk om Tri tapi beliau masih tetap semangat.

yeah kami sekarang sudah ada diketinggian 885 mdpl dan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa indah.

Gunung padang ini terletak 885 mdpl dan merupakan sebagai situs megalitikum terbesar se-asia tenggara. Areal situs ini seluas 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak yang memiliki 5 pelataran, dan dipelataran yang kelima terdapat singgasana Raja. Bentuk gunung yang berbentuk segitiga sama sisi dinyakini peneliti bahwa terdapat piramida yeng terkebur gunung padang tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan batuan yang terdapat di Gunung Padang ini berumur 4700 SM lebih tua dibangdingkan piramida yang ada di Mesir.  Menapaki bebatuan yang menajubkan membuatku tak habis berfikir, bagaimana bisa batu - batu sebanyak ini bisa ada disini dan letaknya tersusun begitu rapi, dan yang membuat aku heran bentuk batu - batu ini hampir samapai berbentuk panjang seperti balok tetapi bersegi lima... teknologi apa yang dipakai pada saat zaman itu, apakah mereka memahat satu per satu batu itu? sungguh mengagumkan.

 muka cape tapi tetep eksis

Setelah asik berkeliling kamipun istirahat dimenara yang terdiri dari 2 lantai, dan dilantai teratas kami bisa melihat situs megalitikum ini full sekalian mencari tempat untuk mendirikan tenda. Kami memilih tempat yang sedikit jauh dengan situs megalitikum, biar dapet feel hutannya.
 ditenda

Siangpun telah berganti senja, dan senja berganti menjadi malam gelap gulita, tidur disini membuatku merasa seperti ada dizaman lain, siluet - siluet batu - batu terlihat jelas dan berdiri kokoh. kamipun terlelap dalam dekapan masalalu.


 yeah Here we Are :D

Friday, March 1, 2013

SEBUAH TANYA - SOE HOK GIE

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969